Nourishing People

Pemilihan Lokasi Budidaya Lele Sangkuriang

Budidaya lele SANGKURIANG bisa dilakukan pada ketinggian 1 m – 800 m dpl dan tidak memerlukan persyaratan lokasi, baik tanah maupun air, yang spesifik.  Dengan penggunaan teknologi yang memadai, terutama pengaturan suhu perairan, budidaya masih tetap bisa dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas 800 m dpl. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala masal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya.

Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran, dapat dilakukan pada kolam tanah, bak tembok atau bak plastik.  Kegiatan budidaya pada bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal. Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumur (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yang sudah dikondisikan terlebih dulu.

Lele sangkuriang dapat hidup di lingkungan yang kualitas airnya sangat jelek. Kualitas air yang baik untuk pertumbuhan yaitu kandungan Oksigen (O2) sekitar 6 ppm, CO2 kurang dari 12 ppm, suhu 24-26 derajat Celcius, pH 6-7, NH3 kurang dari 1 ppm dan daya tembus matahari ke dalam air maksimum 30 cm.


Syarat lokasi ternak lele merupakan langkah awal yang harus diperhatikan. Memang lele merupakan jenis ikan yang mempunyai toleransi yang cukup tinggi terhadap lingkungan. Namun demikian bukan berarti persyaratan lokasi ternak lele juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Dengan mengetahui lebih jelas persyaratan apa saja yang harus dipenuhi, diharapkan para peternak lele mampu mengembangkan usahanya lebih optimal. 


Oleh Sunarma, A. 2004. Peningkatan Produktifitas Usaha Lele Sangkuriang (Clarias sp.). ibid.
  • Pemilihan Lokasi Budidaya Lele Sangkuriang
  • Winarno Anoraga
  • 27 Oktober 2011
  • 1 komentar:
 

1 comments:

  1. Pengkondisian lingkungan agar sesuai dengan persyaratan budidaya lele justru akan berbiaya mahal.

    BalasHapus