Nourishing People

Bahaya Aeromonas hydrophila dalam budidaya ikan lele

Northwest Fisheries Science Center

Bakteri Aeromonas hydrophila merupakan suatu bakteri berbentuk batang, gram negatif, motil/bergerak dengan flagella polar, yang pada umumnya terdapat pada perairan dengan bahan organik yang tinggi. Bakteri gram negatif adalah organisme yang tidak dapat menahan zat pewarna setelah dicuci dengan alkohol 95% (Kabata, 1985). Dinding sel bakteri gram  negatif mengandung lebih sedikit peptidoglikan tetapi di luar lapisan peptidoglikan ada struktur membran kedua yang tersusun dari protein, fosfolipida, dan lipopolisakarida (Volk & Wheeler, 1988). Aeromonas hydrophila tidak hanya mampu menyerang ikan mas, melainkan dapat juga menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, termasuk juga didalamnya ikan lele (Ariaty, 1991). Selain menyerang ikan air tawar, bakteri A. hydrophila juga dapat menyerang manusia (Hiroko dan Aoki, 1991 dalam Ambarita, 1992) yaitu yang bersifat enterotoksigenik dan cukup potensial terhadap patogenitas di saluran pencernaan manusia. Aeromonas hydrophila menghasilkan berbagai toksin ekstraseluler salah satunya Aerolysin yang mungkin merupakan faktor virulen (Bernheimer & Avigad, 1974).

Aeromonas hydrophila dikenal sebagai bakteri yang bersifat oportunis, yaitu jarang menyerang pada ikan yang sehat tetapi dapat menginfeksi pada saat system pertahanan tubuh ikan sedang menurun akibat stess. Para Ahli akuakultur sepakat bahwa ikan dapat mengalami stres apabila terkondisikan pada penanganan yang kurang baik, kepadatan yang terlalu tinggi, transportasi dalam kondisi buruk, nutrisi yang tidak memadai dan kualitas air yang buruk. Beberapa faktor kualits air yang dapat menyebabkan ikan rentan terserang Aeromonas hydrophila antara lain tingginya kandungan nitrit, rendahnya kandungan oksigen terlarut dalam air atau tingginya kandungan karbon dioksida terlarut (Robert, 1992).

Penyakit yang disebabkan Aeromonas hydrophila dinamakan penyakit Motile Aeromonas Septicemea (MAS) atau yang lebih dikenal dengan nama penyakit bercak merah. Ikan lele yang terserang penyakit ini dapat menunjukkan gejala antara lain kematian mendadak, kurangnya nafsu makan, gerakan berenang yang tidak normal (berputar-putar diatas permukaan air), insang pucat, pembengkakan tubuh atau luka-luka pada tubuh ikan dan pemborokan pada mata.

Infeksi bakteri ini dapat menyebabkan kematian tinggi (80-100%) dalam waktu 1-2 minggu. Selain itu, pengendalian bakteri ini sulit karena memiliki banyak strain dan selalu ada di air serta dapat menjadi resisten terhadap obat-obatan.

Sumber:
  1. http://repository.upi.edu/
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Aeromonas_hydrophila
  3. Aplikasi deteksi Aeromonas hydrophila Penghasil Aerolysin dengan Menggunakan Polymerase Chain Reaktor (PCR)
  4. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/publikasi/bt07102k.pdf


 

0 comments:

Poskan Komentar