Nourishing People

Efektifitas Pemberian Ekstrak Bawang Putih untuk Menanggulangi Bakteri Aeromonas Hydrophila pada Ikan Lele

Penggunaan obat-obatan herbal untuk dunia perikanan sekarang menjadi sebuah alternatif baru disamping penggunakan obat-obatan kimia, dan sepertinya hal ini sudah menjadi lazim digunakan oleh masyarakat. Obat herbal sangat mendukung tercapainya sistem budidaya ramah lingkungan, disamping lebih aman dikonsumsi juga sebagai jawaban terhadap permintaan pasar akan produk hasil perikanan organik. Salah satu contoh obat herbal ini adalah bawang putih (Allium sativum) yang bisa digunakan dalam melawan bakteri Aeromonas hydrophilla.

Bawang putih (Allium sativum) adalah salah satu tumbuhan yang biasa digunakan sehari-hari sebagai salah satu bumbu masakan. Bawang putih mengandung minyak atsiri yang baunya menyengat hidung (metil alil disulfida). Komponen bioaktif di dalam bawang putih salah satunya adalah sulfida terdapat dalam jumlah banyak. Senyawa-senyawa tersebut antara lain dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan allicin. Sama seperti senyawa fenolik lain allicin memiliki fungsi fisiologis yang sangat luas, diantaranya antimikroba, antioksidan, antikanker, antromboting, antiradang, penurunan tekanan darah, dan menurunkan kadar kolesterol darah. Kemampuan bawang putih yang dapat berfungsi sebagai antimikroba mampu untuk menanggulangi atau mengobati serangan bakteri Aeromonas hydrophila (Satriani, 2007).

Adalah Arief Eko Prasetiyo, Dwi Hany Yanti dan Purwanto, mahasiswa Institut Pertanian Bogor yang melakukan penelitian dengan judul “Efektifitas Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih untuk Pengobatan Ikan Lele Clarias sp yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila” yang dilaksanakan pada tanggal 14 November 2007 sampai dengan tanggal 28 November 2007, bertempat di Laboratorium Kesehatan Ikan Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Menurut pemaparan mereka, proses pembuatan ekstrak dilakukan dengan cara bawang putih dikupas dan dibersihkan dari kulit bagian luarnya kemudian dikeringkan dengan bantuan oven hingga kering. Selanjutnya bawang putih tersebut diblender hingga diperoleh dalam bentuk serbuk. Untuk membuat larutan stok (100 mg/ml), 10 gram bubuk bawang putih diambil kemudian ditambah dengan 100 ml akuades steril. Selanjutnya disentrifuse dengan kecepatan 5000 rpm selama 15 menit. Selanjutnya cairan yang terbentuk disaring dengan kertas saring Whatmann no 42. Untuk dosis perlakuan pencegahan adalah 25 mg/ml dan 50 mg/ml untuk dosis pengobatan. Pengobatan dengan bawang putih dilakukan dengna cara injeksi secara intra muscular (pada daging di bawah sirip dorsal) dengan dosis 50 mg/ml.

Hasil penelitian tersebut adalah bahwa pemberian ekstrak bawang putih yang mengandung L-allysistein mampu menekan laju infeksi Aeromonas hydrophila ditandai dengan tidak diketemukannya lagi konsisi hiperemia, dan stabilnya kondisi gambaran darah ikan lele yang ditunjukkan dengan nilai tiap-tiap bagian darah yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kontrol positif yang telah terinfeksi oleh Aeromonas hydrophila.

Secara umum seluruh perlakuan kontrol positif dan negatif menunjukkan parameter gambaran darah yang dibawah normal. Namun efektifitas pengobatan dengan menggunakan bawang putih dapat berjalan secara optimal, hal ini dapat terlihat dari peninggkatan jumlah haemoglobin dan haematokrit, berkurangnya sel darah putih serta hilangnya gejala hiperemia (bercak merah) pada ikan lele. Hal tersebut juga ditunjang dengan kondisi nilai kematian (mortality rate) pada ikan lele yang telah dilakukan pengobatan dengan bawang putih, yang lebih sedikit apabila dibandingkan dengan perlakuan lainnya.

Sumber:
Arief Eko Prasetiyo, Dwi Hany Yanti, Purwanto,"Efektifitas Pengaruh Pemberian Ekstrak Bawang Putih untuk Pengobatan Ikan lele Clarias sp yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila”, Institut Pertanian Bogor, 2008.
  • Efektifitas Pemberian Ekstrak Bawang Putih untuk Menanggulangi Bakteri Aeromonas Hydrophila pada Ikan Lele
  • Winarno Anoraga
  • 12 Maret 2012
  • Tidak ada komentar:
 

0 comments:

Poskan Komentar