2334955.txt

Nourishing People

Kiat-Kiat Sukses Usaha Pembesaran Lele Secara Intensif


  1. Persiapkan kolam pemeliharaan dengan baik. Persiapan kolam yang kurang baik rentan terhadap serangan penyakit dan tingkat hidupnya juga rendah;
  2. Tebarkan benih lele unggul dan berukuran seragam karena lele bersifat kanibal, contoh benih lele unggul, yaitu lele sangkuriang dan python serta masamo (Pen.);
  3. Berikan pakan sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diperlukan. Pakan pelet untuk pembesaran minimal mengandung protein 30 %. Pemberian pakan jangan sampai telat karena lele bersifat kanibal;
  4. Hindari padat penebaran yang terlalu berlebihan. Untuk kolam semen, padat penebaran maksimal 350 ekor/m2, kolam terpal maksimal 250-300 ekor/m2, dan kolam tanah sekitar 200-250 ekor/m2;
  5. Buat konstruksi kolam pembesaran yang memudahkan pembuangan feses dan sisa pakan di dasar kolam;
  6. Lakukan penggantian air secara berkala. Padat penebaran yang tinggi yang mengakibatkan banyak sisa pakan dan feses yang mengendap di dasar kolam;
  7. Lakukan pengontrolan harian yang meliputi pemeriksaan kesehatan ikan, pertumbuhan dan populasi lele, serta kehadiran hama dan penyakit;
  8. Gunakan probiotik jika diperlukan;
  9. Perhatikan faktor-faktor non teknis lain, yaitu sebagai berikut:
  • Membentuk sebuah kelompok pembesar dan kompak menghadapi tengkulak;
  • Melakukan kerjasama kemitraan dengan perusahaan pakan atau pengolahan ikan mengenai manajemen kelompok, teknis pembesaran dan pakan;
  • Pembudidaya lele dituntut tekun, ulet, sabar, dan terus belajar serta mengembangkan berbagai informasi teknologi pembesaran;
  • Usaha pembesaran lele harus dilakukan secara intensif, bukan sambilan lagi;
  • Rencana panen sebaiknya sudah ditentukan sejak tebar karena pakan lele tidak bisa ditunda. Apabila rencana panen lele mundur dari jadwal, pengusaha akan merugi.
Sumber:
Mahyuddin, Kholish, "Panduan Lengkap Agribisnis Lele", Jakarta: Penebar Swadasa, 2011.
  • Kiat-Kiat Sukses Usaha Pembesaran Lele Secara Intensif
  • Winarno Anoraga
  • 17 Maret 2012
  • 6 komentar:
 

6 comments:

  1. Suskses juga buat bapak, terima kasih sudah kunjungi blg saya

    BalasHapus
  2. semoga yang pada usaha perlelean pada sukses juga, amin. terimakasih kembali

    BalasHapus
  3. sukses terus gan :) SEO nya ditingkatin biar bisa ditinggal2 blognya tapi dapet pengunjung tertarget :) salam kenal gan

    BalasHapus
  4. salam kenal juga gan, lagi trus bergerilnya ini, semoga sukses juga buat agan :), trima kasih banyak bantuannya lho...

    BalasHapus
  5. Anonim5/05/2013

    assallammualaikum pak mau tanya saya baru mulai pemebsaran lele kira2 sudah satu tahun yahc lumayan untungnya namun yang jadi masalah selama satu tahun itu saya masih bingung untuk memejeman air karena air cepat bau sedangkan tempat saya air cuma mengandalkan air sumur untuk 5 kolan yg luasnya 3x3x1 saya mau tanya bagaimana cara menghilangkan bau tersebut selain air diganti apaakah ada probiotik yg dapat menghilangkan bau tersebut, o ya nama saya yanto di palembang

    BalasHapus
  6. Waalaikumsalam pak Yanto di Palembang, untuk sistem kolamnya central drain pak?
    ada probiotiknya banyak merk pak, tapi sya tidak hafal namanya,ada juga yang memakai fermentasi dari azola pinata, untuk yang langsung jadi bapak bisa cari informasi di toko perikanan sekitar bapak, biasanya mereka juga menjualnya pak, yang perlu diperhatikan adalah probiotiknya sesuai rekomendasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, semoga sedikit membantu pak..
    terima kasih sudah memberikan komentar

    BalasHapus