Nourishing People

Klasifikasi Ikan lele


Berdasarkan bentuk tubuh dan sifat-sifatnya ikan lele diklasifikasikan dalam suatu tata nama sehingga memudahkan dalam identifikasi. Tata nama dalam klasifikasi didasarkan ilmu taksonomi tersebut biasanya menggunakan bahasa latin.

Adapun sistematika dan klasifikasinya adalah sebagai berikut:

1.
Filum
:
Chordata (bangsa hewan yang bertulang belakang
2.
Kelas
:
Pisces (bernafas dengan insang)
3.
Subkelas
:
Telestoi (ikan yang bertulang keras)
4.
Ordo
:
Ostariophysi (ikan yang didalam rongga perut bagian atas memeiliki tulang sebagai alat perlengkapan keseimbangan yang disebut tulang Weber)
5.
Sub ordo
:
Siluroidea (ikan yang bentuk tubuhnya memangjang, tidak bersisik, dan berkulit licin)
6.
Famili
:
Clariidae (kelompok ikan yang mempunyai ciri khas, seperti bentuk kepala pipih dengna lempeng tulang keras sebagai batok kepala, bersungut empat pasang, sirip dada berpatil, serta mempunyai alat pernapasan tambahan yang memungkinkan ikan lele mengambil oksigen langsung dari udara)
7.
Genus
:
Clarias
8.
Spesies
:
Clarias sp.

Jenis ikan Clarias sp. banyak ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara. Di Benua Afrika banyak sekali ditemukan jenis ikan lele, tetapi yang paling dominan yaitu Clarias lazera, Clarias anguillaris, Clarias dumerili, Clarias mosambicus, Clarias senegalensis, dan Clarias gariepinus.

Jenis ikan lele yang ada di perairan Indonesia, yaitu lele lokal (Clarias batracus), Clarias leiacanthus, Clarias teijsmani, dan Clarias meladerma (keli). Diantara jenesi lele tersebut Clarias batracus-lah yang paling populer. Bahkan, ketiga jenis ikan lele tersebut sekarang sudah langka dan jarang ditemukan.

Berdasarkan warna tubuhnya, ada 3 jenis lele lokal (Clarias batracus), yaitu lele hitam (kelabu/abu-abu), lele putih atau belang (hitam dan putih), dan lele merah/kemerahan. Lele hitam umumnya terdapat di kolam budidaya atau di alam. Sementara itu, lele berwarna putih dan merah sudah jarang ditemukan dan biasanya dibudidayakan sebagai ikan hias karena keanehan warnanya.

Di Indonesia juga dikenal lele dumbo (Clarias gariepinus) yang merupakan hasil kawin silang. Waktu pertama kali didatangkan dari Taiwan, lele dumbo ini tercatat bernama ilmiah Clarias fuscus. Beberapa waktu kemudian, ada yang menyatakan bahwa nama yang betul adalah Clarias gariepinus. Menurut beberapa pendapat dari peneliti Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar Bogor dan dibenarkan oleh importir dan tenaga ahlinya dari Taiwan, lele  dumbo ini sebenarnya merupakan hasil kawin silang antara induk betina asli Taiwan dengan induk lele jantan asal Kenya, Afrika. Lele dumbo ini lebih mirip dengan Clarias mosambicus dari Africa dari pada Clarias fuscus. Oleh karena itu masalah perkawinan silang antar jenis Clarias sp. perlu ditinjau lagi buku-buku tentang lele yang ada didunia.

Sumber:
Mahyudin, Kholis,”Panduan Lengkap Agribisnis Lele”, Jakarta: Penebar Swadaya, 2011.
  • Klasifikasi Ikan lele
  • Winarno Anoraga
  • 12 Maret 2012
  • 1 komentar:
 

1 comments:

  1. Mas admin, itu warna font-nya kok hampir menyamai background-nya. Kemungkinan banyak pembaca blog ini yang agak terganggu dengan kondisi tersebut. Jadi pembaca malas baca, sangat disayangkan. Kalau boleh kasih saran nih, warna font-nya itu berlawanan dengan warna background-nya. Salam Blogger Indonesia.

    BalasHapus