Nourishing People

Hubungan Minyak Ikan dan Mood


Para peneliti di Austria baru-baru ini melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa pil minyak ikan dapat mencegah schizophrenia pada anak muda. Di Universitas Cincinnati (UC), peneliti di departemen psikiatri sedang meneliti tentang omega-3 yang banyak terdapat pada minyak ikan karena berpotensi untuk mencegah gangguan bipolar pada perkembangan anak. “Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa anak yang memiliki orang tua dengan gangguan bipolar kemungkinan memiliki kadar asam lemak omega-3 yang lebih rendah pada otak mereka”, ungkap Melissa DelBello, MD, seorang Profesor Psikiatri dan Pediatri serta Vice Chair Penelitian Klinis di Departemen Psikiatri.

Minyak ikan omega-3 merupakan asam lemak yang banyak ditemukan dalam ikan di perairan dingin seperti salmon, herring, trout, tuna, makarel, teri dan sardin. Sumber-sumber lainnya diantaranya antara lain biji rami, labu dan kenari. Banyak orang mengkonsumsi minyak ikan sebagai suplemen dalam bentuk pil karena suplemen tersebut saat ini tersedia lebih praktis dan mudah didapat di toko dan apotek. Docosahexaenoic acid (DHA) merupakan asam lemak omega-3 yang sangat penting untuk otak.

Kadar DHA yang rendah pada otak berhubungan secara langsung dengan depresi, schizophrenia, kehilangan memori dan berisiko tinggi mengalami penyakit Alzheimer. Eicosapentaenoic acid (EPA) berkaitan erat dengan perilaku dan suasana hati (mood) seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa kadar EPA yang rendah banyak dialami oleh pasien depresi. “Semakin banyak orang percaya bahwa mereka harus mengkonsumsi omega-3 untuk melindungi otak mereka, sama pentingnya seperti melindungi jantung mereka”, DelBello menambahkan.

Penelitian tentang asam lemak omega-3 dan pencegahan gangguan bipolar pada anak telah didanai oleh the National Institute of Mental Health (NIMH). DelBello mengumpulkan anak-anak dan remaja yang memiliki tingkat kemurungan atau depresi yang cukup ekstrim serta anak-anak dan remaja yang memiliki orang tua dengan gangguan bipolar. Anak-anak dan orang tua telah diwawancarai dan menjalani scan otak non-invasif dan uji neurokognitif melalui tekateki dan permainan. Jika mereka memenuhi syarat untuk penelitian tersebut, maka anak-anak akan diberi suplemen omega-3 dan mereka dimonitor perkembangannya dari waktu ke waktu (jika tidak, mereka dapat diobati dengan obat lainnya, dimonitor ataupun kedua-duanya). Penelitian tersebut terbuka untuk umum, dan bagi yang berminat untuk menjadi salah satu peserta, maka dapat menghubungi universitas tersebut.

Sumber: Warta Pasar Ikan Edisi Juli 2010, No. 83
  • Hubungan Minyak Ikan dan Mood
  • Winarno Anoraga
  • 27 April 2012
  • 2 komentar:
 

2 comments:

  1. baru tau kalo minyak iklan biisa mempengaruhi mood. ini berlaku buat semua jenis ikan ato ikan tertentu aja om?

    BalasHapus
  2. hampir semua minyak ikan yang mengandung Omega-3, saya juga baru tau gan hehehe

    BalasHapus