Nourishing People

Lele Sangkuriang Sebagai Varietas Unggul Baru


Dalam rangka memperkaya jenis dan varietas ikan lele lokal, serta meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan pembudidaya ikan, maka pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan memandang perlu memperkenalkan ikan lele (Clarias sp.) sebagai ikan varietas unggul dan melepaskannya kepada masyarakat. Pelepasan ikan lele jenis baru ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: KEP.26/MEN/2004 Tentang Pelepasan Varietas Ikan Lele Sebagai Varietas Unggul tanggal 21 Juli 2004, oleh Menteri Kelautan dan Perikanan saat itu Rokhmin Dahuri. Varietas unggul lele baru tersebut dinamakan Lele Sangkuriang.

Deskripsi Varietas Ikan Lele Sangkuriang sesuai keputusan tersebut adalah:

NO
DESKRIPSI
NILAI
I.   
ASAL


Hasil silang-balik (Backcross) antara lele dumbo induk betina F2 dengan induk jantan F6

II.  
KARAKTER MERISTIK, MORFOMETRIK DAN GENETIK

1.     
Panjang standar, PS
23.00 - 34.00
2.     
Rasio panjang standar/panjang kepala
3.41 - 3.92
3.     
Rasio panjang standar/tinggi badan
7.21 - 9.09
4.     
Panjang kepala, PK (%PS)
25.49 - 29.31
5.     
Tinggi badan, TB (%PS)
11.00 - 13.88
6.     
Lebar badan, LB (%PS)
9.15 - 14.14
7.     
Lebar badan, LB (%PK)
34.31 - 51.81
8.     
Tinggi kepala, TK (%PK)
34.31 - 51.81
9.     
Jarak antara sirip punggung ke ujung moncong (%PS)
0.29 - 0.43
10.   
Tinggi pangkal ekor, TPE (%PS)
5.94 - 9.43
11.   
Diameter mata, DM (%PK)
3.90 - 7.31
12.   
Lebar mulut, LM (%PK)
27.42 - 47.50
13.   
Jarak antara dua bola mata (%PK)
34.29 - 44.29
14.   
Jarak antara ujung tutup insang bagian bawah ke ujung moncong (%PK)
28.94 - 42.86
15.   
Jarak antara sirip dada ke ujung moncong (%PS)
17.74 - 25.00
16.   
Jarak antara sirip perut ke ujung moncong (%PS)
43.55 - 47.06
17.   
Jarak antara sirip dubr ke ujung moncong (%PS)
46.43 - 56.60
18.   
Jumlah sirip punggung
58 - 77
19.   
Jumlah sirip dada I.
9 - 11
20.   
Jumlah sirip perut
18 - 21
21.   
Jumlah sirip dubur
37 - 52
22.   
Warna punggung
Hitam kehijauan
23.   
Warna perut
Putih kekuningan
24.   
Fluktuasi asimetri proporsi pada sirip perut
0.20
25.   
Fluksuasi asimetri proporsi pada sirip dada
0.36
III.          
KARAKTER REPRODUKSI

1.     
Kematangan gonad pertama (bulan)
8 - 9
2.     
Fekunditas (butir/kg induk betina)
40.000 - 60.000
3.     
Diameter telur (mm)
1.1 - 1.4
4.     
Lamanya waktu inkubasi telur pada suhu 23-24 derajat Celcius
30 - 36
5.     
Lamanya kantung telur terserap pada suhu 23-24 derajat Celcius
4 - 5
6.     
Derajat penetasan telur (%)
>90
7.     
Panjang larva umur 5 hari (mm)
9.13
8.     
Berat larva umur 5 hari (mg)
2.85
9.     
Sifat larva
Tidak kanibal
10.   
Kelangsungan hidup larva (%)
90-95
11.   
Pakan alami larva
Moina sp.
Daphnia sp.
Tubifex sp.
IV.          
KARAKTER PERTUMBUHAN

1.     
Pertumbuhan harian bobot benih umur 5 hari-26 hari (%)
29.26
2.     
Panjang standar rata-rata benih umur 26 hari
3-5
3.     
Kelangsungan hidup benih umur 5-26 hari (%)
>80
4.     
Pertumbuhan harian bobot benih umur 26 hari-40 hari (%)
13.96
5.     
Panjang standar rata-rata benih umur 40 hari (cm)
5-8
6.     
Kelangsungan hidup benih umur 26 hari-40 hari (%)
>90
7.     
Pertumbuhan harian bobot pada pembesaran selama 3 bulan (%)
3.53
8.     
Pertumbuhan harian bobot calon induk (%)
0.85
9.     
Konversi pakan pada pembesaran
0.8 - 1.0
V. 
TOLERANSI TERHADAP LINGKUNGAN

1.     
Suhu (derajat Celcius)
22 - 34
2.     
Nilai pH
6-9
3.     
Oksigen terlarut (mg/l)
>1
VI.          
TOLERANSI TERHADAP PENYAKIT

1.     
Intensitas Trichodina sp. pada pendederan di kolam (individu)
30 - 40
2.     
Intensitas Ichthiophthirius sp. pada pendedeeran di kolam (individu)
6.30



 

0 comments:

Poskan Komentar