2334955.txt

Nourishing People

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) P2HP

Sejalan dengan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kelautan Perikanan yang telah ada sejak 2009, secara konsisten Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menelurkan program serupa yaitu Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP). Program ini digadang menjadi motor pemberdaya dan peningkatan pendapatan masyarakat. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) ikut berpartisipasi dalam program tersebut. 

Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan atau yang disebut PUMP-P2HP merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dimana salah satunya melalui fasilitasi bantuan pengembangan usaha bagi pengolah dan pemasar hasil perikanan dalam wadah Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar). Program PUMP-P2HP dilaksanakan atas dasar amanat Menteri Kelautan dan Perikanan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER. 21/MEN/2010 tentang Pedoman Pelaksanaan PNPM Mandiri Kelautan dan Perikanan. 

Melalui PUMP-P2HP diharapkan bisa membantu wirausaha kecil bidang pengolahan dan pemasaran perikanan untuk meningkatkan skala usahanya sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka serta membuka lapangan kerja baru. “Target kami tahun ini bisa membentuk Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) hasil perikanan sebanyak 408 kelompok yang tersebar di 51 kabupaten/kota,” kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kemlutkan) Dr. Victor PH Nikijuluw. Poklahsar merupakan kelembagaan masyarakat kelautan dan perikanan bidang pengolahan dan pemasaran yang akan menerima bantuan dana PUMP-P2HP. 

Bantuan PUMP–P2HP saat ini diprioritaskan untuk mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan yang memiliki nilai tambah yaitu, pengolahan abon ikan, kerupuk ikan, bakso ikan, kaki naga, sosis ikan, nugget ikan, dan aneka olahan rumput laut. Di samping itu, bantuan PUMP–P2HP juga diberikan untuk mengembangkan usaha pemasaran hasil perikanan. Adapun persyaratan khusus calon penerima PUMP P2HP 2011 adalah sebagai berikut: 
  1. Memiliki profil usaha 
  2. Memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengelola usaha mina 
  3. Mempunyai kepengurusan yang aktif dan dikelola oleh pengolah dan pemasaran 
  4. Tercatat sebagai kelompok binaan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten/ Kota
  5. Telah beroperasi minimal 1 tahun 
  6. Memiliki kontinuitas pemasaran 
  7. Satu Kelompok Pengolah atau Pemasar (POKLAHSAR) hanya diperbolehkan mengusulkan satu jenis menu usaha PUMP-P2HP yang diprioritaskan untuk dipilih kelompoknya
  8. Satu POKLAHSAR hanya berhak memperoleh satu paket menu BLM PUMPP2HP 
Penyaluran bantuan PUMP–P2HP kepada Poklahsar, akan dibantu oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi sebagai tim pembina sedangkan Dinas Kabupaten/ kota yang membidangi kelautan dan perikanan sebagai tim teknis dan tenaga pendamping yang berada di Kabupaten/Kota penerima PUMP–P2HP. Sementara di tingkat pusat, PUMP - P2HP dilaksanakan oleh Kelompok Kerja (Pokja) PUMP - P2HP yang sekretariatnya berada di Direktorat Usaha dan Investasi, Direktorat Jenderal P2HP, Kemkanlut. 

Mekanisme penyaluran bantuan PUMP–P2HP akan dilaksanakan secara berjenjang mulai dari Kabupaten/ Kota, Propinsi hingga Pusat, yang meliputi identifikasi, seleksi dan verifikasi baik data Poklahsar maupun terkait persyaratan dokumen administrasi penyaluran PUMP-P2HP. 

Pemanfaatan bantuan PUMP–P2HP yang telah diterima POKLAHSAR harus segera dimanfaatkan untuk pembelian peralatan pengolahan yang telah ditentukan dalam Rencana Usaha Bersama (RUB) Poklahsar sesuai dengan kesepakatan kelompoknya. Dalam pemanfaatan bantuan tersebut, peran tenaga pendamping sangat dituntut keahliannya dalam membina kelompok tersebut, sehingga bantuan dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. 

Sumber: Warta Pasar Ikan Edisi Februari 2011 No. 90
 

0 comments:

Poskan Komentar