Nourishing People

Risiko Usaha Pembenihan Ikan (Lele Sangkuriang)

Ikan pada fase benih mengalami laju pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang sangat pesat. Untuk mencapat pertumbuhan maksimal, pada pemeliharaan fase benih ini ikan membutuhkan asupan nutrisi yang tinggi (terutama protein) sehingga menuntut pemberian pakan berkualitas. Pakan yang demikian di pasaran harganya jauh lebih mahal dari pada pakan untuk kegiatan pembesaran. Hal ini memberi konsekuensi terhadap tingginya biaya produksi pada pemeliharaan ikan fase stadia benih. Selain itu, ikan pada fase benih memiliki kondisi tubuh yang masih lemah dan pergerakannya lambat serta belum memiliki kemampuan perlindungan diri dari serangan hama dan penyakit.

Kondisi seperti di atas menunjukan bahwa usaha pembenihan ikan meskipun menjanjjikan perolehan keuntungan yang cepat, namun di balik itu juga memiliki risiko usaha yang tinggi. Risiko muncul apabila pembenih tidak bisa menekan tingkat kematian (mortalitas) benih. Mortalitas benih yang tertinggi umumnya terjadi akibat keteledoran pelaku usaha pembenihan terutama terkait dengan lemahnya upaya pengendalian hama (predator) pemangsa benih. Lemahnya upaya pengendalian hama predator benih, umumnya akibat minimnya pengetahuan pelaku pembenihan terhadap pengenalan jenis hama predator termasuk teknik atau cara pengendaliannya.

Sumber:
Amri, Khairul, Toguan Sihombing,"Mengenal dan Mengendalikan Predator Benih Ikan", Jakarta: Gramedia, 2007.

 

0 comments:

Poskan Komentar