Nourishing People

Keamanan Pangan Pada Penanganan Hasil

Penanganan hasil pembudidayaan ikan adalah tindakan perlakuan terhadap ikan dengan tidak mengubah bentuk, rasa, warna, penampilan, dan tidak mengubah komponen kimiawi akibat perlakuan tersebut;

1. Penanganan hasil meliputi:
  • pemilihan lokasi, sarana, dan prasarana, serta cara penanganan hasil produk;
  • bahan dan cara pengemasan hasil produk.
2. Pemilihan lokasi penanganan hasil memenuhi persyaratan:
  • dekat dengan unit pembudidayaan ikan;
  • cukup tersedia air bersih;
  • tersedianya fasilitas pengelolaan limbah cair ataupun padat;
  • terhindar dari kemungkinan terjadinya pencemaran. Pencemaran adalah proses masuknya zat-zat atau energi ke dalam lingkungan oleh aktivitas manusia secara langsung yang mengakibatkan terjadinya pengaruh yang merugikan sedemikian rupa sehingga pada akhirnya akan membahayakan manusia, merusak lingkungan hangkai (sumber daya hangkai) dan ekosistem serta mengurangi atau menghalangi kenyamanan dan penggunaan lain yang semestinya dari suatu sistem lingkungan;
3. Sarana dan prasarana yang meliputi desain dan konstruksi bangunan, tata letak, peralatan, dan instalasi harus memenuhi persyaratan:
  • sesuai dengan komoditas yang ditangani;
  • tersedia peralatan penanganan hasil dalam jumlah yang cukup;
  • tidak berpotensi mencemari produk dan mudah dibersihkan;
  • bersih dan higienis, bebas dari binatang antara lain tikus, burung, serangga, dan lain-lain.
4. Penanganan hasil harus dilakukan dengan cara:
  • dilakukan dengan cepat dan cermat;
  • membuang dan membersihkan sumber pembusukan pada ikan dengan cara dan peralatan yang sesuai dengan komoditas yang ditangani;
  • tidak menggunakan bahan tambahan yang dilarang sesuai dengan peraturan yang berlaku;
  • menerapkan sistem rantai dingin, Sistem Rantai Dingin adalah penerapan teknik pendinginan pada suhu 0 derajat celcius sampai dengan 4 derajat celcius sesuai jenis ikan secara terus menerus dan tidak terputus sejak penangkapan/pemanenan, penanganan, pengolahan, pendistribusian sampai konsumen.
  • dilakukan secara saniter.
5. Es atau air yang didinginkan menggunakan air tawar atau air laut bersih dengan mutu sesuai peraturan yang berlaku.

6. Bahan dan cara pengemasan hasil produk, memenuhi persyaratan:
  • bahan pengemas tidak terbuat dari bahan yang dapat melepaskan cemaran yang merugikan atau membahayakan kesehatan manusia;
  • cara pengemasan sesuai dengan komoditas yang akan dikemas.
  • cara pengemasan, meliputi pengemasan ikan hidup dan/atau ikan segar/mati.
7. Pengemasan ikan hidup dapat dilakukan dengan cara basah dan cara kering.

8. Cara basah dengan menggunakan air dan oksigen yang cukup dan/atau diberi es curah di luar kantong/plastik pembungkus.

9. Cara kering tidak menggunakan air, namun dapat menggunakan serbuk gergaji yang diberi es dengan terlebih dahulu dilakukan pembiusan yang tidak menggunakan obat dan bahan kimia terlarang.

10.Pengemasan ikan segar/mati, dengan pemberian es curah/es kering.
 

0 comments:

Poskan Komentar