Nourishing People

Keamanan Pangan Pada Usaha Pembesaran Ikan

1. Keamanan pangan pada usaha pembesaran diterapkan pada proses pra produksi dan produksi termasuk penggunaan pakan, bahan kimia, dan bahan biologis, serta obat ikan.

2. Proses praproduksi meliputi: pemilihan lokasi, penentuan tata letak dan konstruksi, serta pemilihan wadah.

3. Pemilihan lokasi harus memenuhi persyaratan:
  • dibangun pada lokasi yang terhindar dari kemungkinan terjadinya pencemaran, jauh dari permukiman, industri, serta lahan pertanian dan peternakan; 
  • kualitas air sumber sesuai dengan peruntukannya, tidak mengandung residu logam berat, pestisida, organisme patogen, cemaran, dan bahan kimia berbahaya lainnya;

4. Penentuan tata letak dan konstruksi mencakup:
  • saluran pasok dan saluran buang;
  • tandon pasok pada budidaya udang intensif dan semi intensif;
  • tempat penyimpanan pakan, pupuk, obat ikan, pestisida, bahan bakar minyak, dan peralatan budidaya;
  • fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), toilet, dan septic tank.

5. Pembangunan saluran pasok dan saluran buang memenuhi persyaratan:
  • dibuat terpisah;
  • tidak melalui daerah pemukiman, daerah industri, serta lahan pertanian dan peternakan.
6. Tempat penyimpanan pakan, pupuk, obat ikan, pestisida, bahan bakar minyak, dan peralatan budidaya memenuhi persyaratan:
  • dibuat terpisah;
  • terletak di tempat yang aman dan tertutup dengan sirkulasi udara yang baik;
  • bebas hama dan binatang peliharaan;
  • dilengkapi dengan fasilitas pencucian tangan.
7. Pembangunan fasilitas MCK, toilet, dan septic tank terletak minimum 10 meter dari petak pemeliharaan dan saluran.

8. Pemilihan wadah budidaya tidak terbuat dari bahan yang beracun dan berbahaya dan berpotensi mencemari produk serta tidak mudah korosif.

9. Proses produksi pada usaha pembesaran meliputi persiapan lahan/wadah budidaya, penumbuhan pakan alami, pemilihan benih, pengelolaan air, penggunaan pakan, obat ikan, pupuk, probiotik, desinfektan, dan bahan kimia lain serta pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan.

10. Persiapan lahan/wadah memenuhi persyaratan:
  • tidak menggunakan pupuk, probiotik, pestisida, dan desinfektan terlarang;
  • penggunaannya sesuai dengan peruntukan serta sudah memiliki nomor pendaftaran.

11. Penumbuhan pakan alami tidak menggunakan pupuk dan bahan additive serta penggunaannya sesuai dengan peruntukkannya dan sudah memiliki nomor pendaftaran.

12. Pengelolaan air dilakukan sebelum, selama, dan setelah proses produksi dengan tidak menggunakan probiotik terlarang serta bila diperlukan dilakukan filterisasi dan upaya pengendapan dalam wadah tandon tersendiri.

13. Pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan dengan menerapkan pengamanan biologi (biosecurity), pemulihan kualitas air dengan tidak menggunakan probiotik dan bahan kimia terlarang. Pengamanan Biologi (Biosecurity) adalah upaya pengamanan sistem budidaya dari kontaminasi patogen akibat transmisi jasad dan jasad pembawa patogen (carrier) dari luar dengan cara-cara yang tidak merusak lingkungan;

14. Pengamanan biologi mencakup antara lain bebas hama/patogen dan binatang peliharaan serta tindakan isolasi terhadap ikan yang terserang penyakit.

15. Pemilihan benih berasal dari unit pembenihan yang bersertifikat.
 

0 comments:

Poskan Komentar