Nourishing People

Kelayakan Fasilitas Unit Pembenihan Lele

Kelayakan fasilitas unit pembenihan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan penerapan Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB), Kelayakan fasilitas tersebut terdiri dari: 

Kelayakan fasiltas bangunan bagi unit pembenihan ikan dalam rangka penerapan CPIB antara lain meliputi kelayakan ruang laboratorium, ruang mesin, bangsal panen, tempat penyimpanan pakan, tempat penyimpanan bahan kimia dan obat-obatan, tempat penyimpanan peralatan, kantor/ruang administrasi. Penjelasan selengkapnya akan kami posting kemudian. 

Sarana Filtrasi, Pengendapan dan Bak Tandon 
Unit pembenihan ikan yang memperoleh air dari perairan umum (laut, sungai, saluran irigasi), diharuskan memiliki sarana pengendapan, filtrasi dan bak tandon (sesuai SNI), yang berfungsi untuk mengendapkan, menyaring dan menyimpan air, sehingga diperoleh air yang bermutu dalam jumlah yang cukup. Unit pembenihan ikan yang memperoleh air dari sumur dan mata air langsung, tidak diharuskan memiliki sarana filtrasi. 

Bak karantina 
Bak karantina berfungsi sebagai tempat pemeliharaan sementara induk baru yang akan digunakan, guna mencegah masuknya penyakit bawaan induk baru yang berasal dari luar. Bak karantina ditempatkan pada ruang yang terpisah dari bak untuk proses produksi. Bak karantina harus terbuat dari material yang kokoh, kedap air dan mudah dibersihkan. Jumlah dan volume bak karantina disesuaikan dengan kebutuhan unit pembenihan. 

Bak/kolam pemeliharaan induk 
Bak/kolam pemeliharaan induk berfungsi sebagai tempat untuk memelihara induk guna proses pematangan gonad, yang pada beberapa spesies ikan juga berfungsi sebagai bak pemijahan. Bak/kolam pemeliharaan induk harus terbuat dari material yang kokoh, kedap air dan mudah dibersihkan. Bentuk, jumlah dan volume bak/kolam induk harus disesuaikan dengan sifat biologi dan persyaratan sebagaimana SNI masing-masing komoditas. 

Wadah pemijahan dan penetasan 
Wadah pemijahan dan penetasan berfungsi sebagai tempat untuk memijahnya induk dan menetaskan telur. Wadah harus ditempatkan pada ruang khusus yang terkontrol kondisinya. Wadah harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan serta mempunyai konstruksi/bentuk yang memudahkan pemanenan. 

Bak/kolam pemeliharaan benih 
Bak/kolam pemeliharaan benih berfungsi sebagai tempat untuk memelihara larva sampai menjadi benih ukuran siap tebar. Bak/kolam pemeliharaan harus terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, tahan terhadap bahan kimia pembersih serta mempunyai konstruksi/bentuk yang memudahkan pemanenan. 

Bak kultur pakan hidup 
Bak kultur pakan hidup berfungsi sebagai tempat pengembangbiakan pakan hidup (plankton) dalam jumlah massal. Bak harus ditempatkan terpisah, tidak mudah terkontaminasi, mudah dibersihkan serta mempunyai konstruksi/bentuk yang memudahkan pemanenan. 

Wadah penampungan benih 
Wadah penampungan benih berfungsi sebagai tempat penampungan sementara benih dalam jumlah banyak untuk dikemas lebih lanjut, dengan media air yang bersih dan cukup oksigen serta memudahkan dalam pemanenan dan pengemasan. 

Sarana pengolah limbah 
Tersedianya sarana pengolah limbah di unit pembenihan merupakan suatu keharusan, dalam rangka menetralkan limbah yang berasal dari unit karantina, unit produksi dan unit laboratorium. Sarana pengolah limbah dapat berupa bak, kolam peresapan maupun saluran. Sarana pengolah limbah merupakan tempat perlakuan terakhir dari proses penetralan limbah sebelum dibuang keluar lingkungan unit pembenihan. 

Sumber: Dirjen Perikanan Budidaya KKP, "Pedoman Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)", Jakarta, 2008
 

0 comments:

Poskan Komentar