Nourishing People

Menyehatkan Ikan dengan Sertifikat CBIB

Cara membudidayakan ikan harus dilakukan sesuai prosedur agar menjamin mutu dan keamanan pangan hasil budidaya. Karena itu disyaratkan cara budidaya ikan yang baik (CBIB) mulai dari memelihara, membesarkan sampai memanen hasil-dalam lingkungan yang terkontrol. Hal ini merupakan sistem pengendalian jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan. 

Sertifikasi CBIB didasarkan atas kegiatan pra, proses produksi, panen dan pasca panen. Kriteria penilaian digolongkan menjadi“Kritis” (Kr), “Serius” (Sr), “Mayor” (Mj), dan “Minor” (Mn). Disebut “Kritis” (Kr) jika kondisi atau malpraktik dapat membuat ikan menjadi tidak aman atau tidak sepenuhnya aman; “Serius” (Sr) jika kondisi atau malpraktik tidak menunjukkan implementasi yang baik akan good hygienic practices dan dapat menjadikan produk terkontaminasi atau spoiled tetapi tidak berimplikasi pada keamanan; “Mayor” (Mj) jika kondisi atau malpraktik dapat atau mungkin tidak menunjukkan implementasi yang baik akan good hygienic practices dan membuat ikan terkontaminasi atau spoilage; dan “Minor” (Mn) jika kondisi atau malpraktik tidak sesuai persyaratan sanitasi tetapi tidak termasuk dalam Mayor, Serius maupun Kritis.

Untuk memperoleh nilai baik, lokasi budidaya harus bebas dari kondisi air pasok berkualitas buruk dan pencemaran udara. Unit usaha budidaya didesain dengan baik dengan mengatur tata letak yang meminimalkan risiko timbulnya kontaminasi. Unit usaha budidaya dan lingkungan dijaga kebersihannya dan harus higienis. Dilakukan tindakan pencegahan terhadap binatang atau hama penyebab kontaminasi. BBM, bahan kimia (desinfektan, pupuk, reagen), pangan dan obat ikan disimpan di tempat yang terpisah dan aman. Fasilitas dan perlengkapan dijaga dalam kondisi higienis dan dibersihkan sebelum dan sesudah digunakan. Bila perlu didesinfeksi dengan desinfektan yang diizinkan. Wadah, perlengkapan, dan fasilitas budidaya dibuat dari bahan yang tidak menyebabkan kontaminasi. 

Wadah budidaya disiapkan dengan baik sebelum penebaran benih. Dalam persiapan wadah dan air hanya menggunakan pupuk, probiotik, dan bahan kimia yang direkomendasi. Mutu air dan sedimen dijaga pada level yang mencukupi untuk kesehatan lingkungan budidaya dengan melakukan angka penebaran benih dan pakan yang sesuai. Air pasok dan keluar di wadah budidaya harus disaring untuk mencegah masuknya spesies yang tidak diinginkan seperti parasit air tawar. 

Juga perlu diperhatikan, penggunaan obat ikan dan bahan kimia selama pembenihan dapat menimbulkan residu dan berisiko pada keamanan pangan. Mutu benih yang buruk dapat mengganggu kesehatan selama pembudidayaan dan akan memicu penggunaan obat atau bahan kimia. 

Pakan juga dapat menyebabkan masalah keamanan pangan dengan menarik datangnya hama pengerat, penanganan pakan tidak tepat atau menjadi media penular pada udang atau ikan. Selain menggunakan pakan komersial yang dijual, pembudidaya kadang membuat sendiri pakannya. Bahan baku pakan yang baik seharusnya tidak menggunakan pestisida, bahan kimia, termasuk logam berat, dan kontaminan lain yang dilarang dan membahayakan. 

Penerapan CBIB seharusnya dapat menurunkan penggunaan obat ikan. Untuk itu perlu pengelolaan kesehatan yang efektif selama proses budidaya dengan meningkatkan sistem keamanan hayati dan menurunkan insiden wabah dan risiko. Program preventif terhadap kesehatan ikan lebih diutamakan dari pada upaya pengobatan.

Sumber: Buletin Perikanan dan Kelautan Edisi 3, Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Jawa Timur

 

0 comments:

Poskan Komentar