Nourishing People

Persyaratan Keamanan Pangan Pada Usaha Pembesaran Ikan

Dalam rangka menghadapi dinamika perekonomian dunia yang selalu berkembang dan semakin kompleks khususnya perdagangan bebas maka masalah standardisasi, sertifikasi dan akreditasi memegang peranan penting dalam menjamin kepercayaan mutu produk yang diperdagangkan. Demikian juga yang berlaku pada perikanan budidaya, dalam perdagangan dunia memerlukan suatu pengakuan sistem jaminan mutu pada masing-masing negara berdasarkan transparasi, objektivitas dan kepercayaan.

Setelah diterbitkannya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Kep.02/MEN/2007 tentang Cara Budidaya Ikan yang Baik pada tanggal 5 Januari 2007 maka secara legalitas kita telah mempunyai payung hukum untuk menjawab tantangan perdagangan tersebut. Cara Budidaya Ikan yang Baik atau disingkat menjadi CBIB dimaksudkan dalam rangka mewujudkan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan sesuai standar nasional dan internasional. 

Dalam keputusan tersebut yang dimaksud dengan Cara budidaya ikan yang baik (CBIB) adalah cara memelihara dan/atau membesarkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol sehingga memberikan jaminan keamanan pangan dari pembudidayaan dengan memperhatikan sanitasi, pakan, obat ikan, dan bahan kimia, serta bahan biologis. Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia.

Ruang lingkupnya meliputi:
  1. keamanan pangan pada usaha pembesaran ikan;
  2. penggunaan pakan ikan, obat ikan, pupuk, probiotik, desinfektan, dan bahan kimia lain;
  3. keamanan pangan pada saat panen, penanganan, dan pendistribusian hasil;
  4. verifikasi, tindakan koreksi, dan pencatatan pada usaha pembudidayaan ikan;
  5. pengendalian.

Persyaratan Keamanan Pangan
Cara budidaya ikan yang baik harus memperhatikan persyaratan keamanan pangan, antara lain:
  1. mencegah tercemarnya produk oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain yang mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia dari udara, tanah, air, pakan, pupuk, dan obat ikan atau bahan lain mulai dari proses pra produksi, produksi sampai dengan panen;
  2. memenuhi persyaratan sanitasi.
Persyaratan keamanan pangan diterapkan pada:
  1. sarana dan/atau prasarana;
  2. penyelenggaraan kegiatan pembudidayaan ikan.
Keamanan pangan pada sarana dan/atau prasarana diterapkan pada desain dan konstruksi bangunan, tata letak, peralatan dan instalasi, fasilitas sanitasi hygiene, dan fasilitas lain yang secara langsung atau tidak langsung digunakan pada usaha pembudidayaan ikan.

Keamanan pangan pada penyelenggaraan kegiatan pembudidayaan ikan diterapkan pada usaha pembesaran, panen, penanganan, dan pendistribusian hasil pembudidayaan ikan. Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan/atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah dan/atau mengawetkannya.
 

0 comments:

Poskan Komentar