Nourishing People

Sekilas Mengenal Whitespot


Apakah whitespot?
Whitespot adalah salah satu penyakit ikan yang paling umum. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Ichthyophthirius mulfilis. Organisme bersel satu ini adalah parasit yang menyerang hampir semua spesies ikan air tawar. Parasit dewasa berbentuk bulat atau oval dan memiliki diameter sampai 1,5 mm. Mereka memangsa darah dan kulit ikan. Permukaan tubuhnya diselimuti oleh sejenis rambut kecil yang disebut cilia. Ketika dilihat dibawah microskop, inti sel berbentuk tapal kuda akan dengan jelas terlihat.

Apa yang dilakukan whitespot?
Whitespot sangat merusak insang dan kulit ikan. Jika infeksi sudah terlalu berat atau parah dapat menyebabkan penurunan kondisi kesehatan ikan dengan cepat, berdampak luas dan akhirnya menyebabkan kematian. Ikan yang terinfeksi memiliki bercak-bercak putih (whitespot) di insang dan kulitnya dan tubuhnya menghasilkan banyak lendir sebagai akibat iritasi. Whitespot sangat berbahaya jika menyerang lembaran insang ikan. Hal ini bisa membuat ikan kehilangan kulit dan menyebabkan borok di tubuh ikan. Luka ini akan mempengaruhi kemampuan ikan untuk mengendalikan pergerakan tubuhnya. Luka di lembaran insang juga menyebabkan berkurangnya efisiensi pernapasan ikan. Ini berarti semakin sulit bagi ikan untuk menyerap oksigen dari dalam air dan menjadikannya kurang toleran terhadap lingkungan yang memiliki kadar oksigen rendah.

Bagaimana whitespot bereproduksi?
Siklus kehidupan Ichthyophthirius mulfilis melibatkan beberapa tahap. Semua tahapnya sangat tergantung pada suhu lingkungan, semakin hangat suhu perairan semakin cepat dia berkembang. Penjangkitan whitespot biasanya berlangsung seriring dengan naiknya suhu air, khususnya dimusim semi antara 10-14 derajat Celcius. Whitespot yang bisa dilihat dengan mata telanjang di tubuh ikan disebut trophont, ini merupakan tahap memakan dan perkembangan. Ketika menginjak masa dewasa trophont meninggalkan tubuh inang (ikan) dan dalam tahap ini disebut tomont. Tomont menghasilkan sejenis kapsul yang lengket seperti kista, sehingga bisa menempel di substrat yang menyentuhnya mulai dari tumbuhan gulma, batu sampai peralatan perikanan yang digunakan seperti jaring dan scopnet. Ketika sudah menempel tomont akan membelah beberapa kali, menghasilkan sampai 3000 tomit. Tomit akan menembut dinding kista dan disebut theront. Theront penuh dengan cilia dan aktif mencari inang baru, dan bisa bertahan sampai 48 jam. Ketika menemukan inang baru, theront menembus kulit dan berkembang menjadi trophont.

Apa yang dapat kita lakukan untuk meminimalisasi serangan whitespot?
Ketika gejala parasit ini mulai terlihat sangat kecil sekali dapat menghindari kerusakan yang dibawanya. Pemberian obat kimia sangatlah tidak praktis dan tidak efektif untuk menanggulangi whitespot karena ketika dalam tahap kista. Cara terbaik untuk  menghindarinya adalah dengan menerapkan management perikanan yang baik, seperti berikut:
  1. Mengurangi stess karena populasi ikan. Stress merupakan faktor penting yang dapat menyebabkan parasit dapat menginfeksi ikan. Penyebab stress meliputi populasi ikan yang terlalu padat, lingkungan yang buruk dan kualitas air yang buruk pula.
  2. Berhati-hati ketika memasukkan ikan baru ke dalam kolam. Kehati-hatian harus diterapkan untuk membatasi stress ikan selama pendederan, terbelih lagi ketika musim dingin. Karena periode ini mudah sekali membuat ikan stres, dan juga merupakan saat parasit berreproduksi.
  3. Melakukan management kepadatan ikan. Kepadatan yang tinggi adalah penyebab umum timbulnya whitespot. Hal ini mempermudah parasit untuk menemukan ikan yang akan dijadikan inang atau sebagai media yang membantu parasit untuk menyebar dengan cepat.
  4. Secara rutin memonitor kualitas air. Termasuk kadar oksigen dan level amoniak hal ini membantu mengenali gejala awal dari serangan parasit.


Sumber: www.environment-agency.gov.uk
 

0 comments:

Poskan Komentar