Nourishing People

CAPRIVAC AERO-L® : Vaksin Aeromonas Hydrophilla

Pada tahun 1980-an terjadi wabah penyakit bakterial pada ikan air tawar yang menyerang beberapa jenis ikan (lele, mas, gurame, betutu, dan gabus) dari berbagai ukuran. Wabah tersebut bermula dari daerah Jawa Barat dan akhirnya meluas ke seluruh wilayah Indonesia dengan tingkat kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah pada saat itu. Hasil studi epidemiologi disimpulkan bahwa patogen yang dianggap paling bertanggung jawab atas kasus tersebut adalah bakteri Aeromonas hydrophila. Sejak saat itu, penelitian dan kajian tentang biologi, karakterisasi, serta mekanisme serangan penyakit tersebut dilakukan secara intensif untuk mendapatkan teknologi penanggulangannya yang paling rasional, murah, aman, efisien dan efektif. Hingga pada akhirnya ditemukan vaksin monovalen anti-Aeromonas hydrophila yang mampu bekerja untuk pencegahan infeksi jenis bakteri tersebut.

Seluruh koleksi isolat bakteri A. hydrophila yang ada di Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BALITKANWAR) yang diperoleh dari beberapa wilayah pengembangan perikanan budidaya air tawar di Indonesia, diseleksi (screening) dan diuji secara laboratoris untuk tujuan pembuatan vaksin. Pengujian dilakukan terhadap seluruh koleksi isolat bakteri yang meliputi aspek: (1). Karakterisasi melalui uji bio-kimia (bio-chemical tests), (2). Patogenisitas terhadap beberapa spesies ikan yang dijadikan model, yaitu ikan mas, lele dan gurame; (3). Potensi imunogenisitas, serta (4). Potensi reaksi silang (cross-reactivity) antara satu isolat terhadap isolat-isolat lainnya.
Dari ke-32 isolat bakteri Aeromonas spp. yang merupakan koleksi Balai Penelitian Perikanan Air Tawar (BALITKANWAR), berdasarkan hasil karakterisasi melalui uji bio-kimia diketahui bahwa isolat AHL0905-2 lebih potensial sebagai kandidat vaksin dan dipilih untuk diteliti lebih lanjut menjadi vaksin. Inilah cikal bakal diciptakannya vaksin Hydrovac yang setelah dikerjasamakan dengan Capri berubah nama menjadi CAPRIVAC AERO-L®.

Kerjasama alih teknologi yang dilakukan Capri dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan KKP-RI ini juga dimaksudkan untuk menyebarluaskan dan menerapkan hasil penelitian Perikanan Budidaya melalui produk vaksin. Dengan demikian manfaat penelitian vaksin ikan dapat sampai kepada pembudidaya kecil sehingga mampu mengatasi problem penyakit ikan yang selama ini menghantui kegagalan budidaya. PT Caprifarmindo Labs. turut serta membangun perikanan Indonesia dari sisi menjaga kesehatannya. Ikan sehat, produksi perikanan budidaya pun meningkat.

CAPRIVAC AERO-L® merupakan vaksin inaktif yang mengandung strain bakteri Aeromonas hydrohyla AHL0905-2 isolat lokal yang mempunyai kemampuan melindungi ikan terhadap serangan penyakit Motile Aeromonas Septicaemia (MAS). CAPRIVAC AERO-L® diformulasi dalam bentuk solution sehingga mudah dalam aplikasi, baik secara injeksi maupun rendam. CAPRIVAC AERO-L® merupakan solusi tepat untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit Motile Aeromonas Septicaemia (MAS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri Aeromonas hydrophila.

Sumber:
http://kkp.go.id/
  • CAPRIVAC AERO-L® : Vaksin Aeromonas Hydrophilla
  • Winarno Anoraga
  • 14 Juni 2012
  • 1 komentar:
 

1 comments:

  1. saya tertarik dg vaksin hydrovac, dan bisa memperolehnya dimana?

    BalasHapus