Nourishing People

Kandungan Oksigen Terlarut (DO) yang Baik dalam Budidaya Lele


Kandungan oksigen terlarut di dalam air merupakan faktor penting bagi kehidupan ikan, karena oksigen dibutuhkan dalam proses respirasi, proses pembakaran makanan untuk melalukan aktifitas seperti berenang, pertumbuhan, reproduksi dan lain-lain (Zonneveld et al., 1991). Kadar oksigen terlarut dalam perairan alami bervariasi tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air dan tekanan atmosfer. Kadar oksigen berkurang dengan meningkatnya suhu, ketinggian (altitude) dan berkurangnya tekanan atmosfer (Jeffries dan Mills, 1996 dalam Effendi, 2000).

Sebagai catatan, suhu air pending diperhatikan karena naik-turunnya atau tinggi-rendah suhu bisa mempengaruhi kelarutan oksigen (O2) dan Nitrogen (N2) di dalam air pada tekanan 1 Atm (atmosfer). Tabel berikut memperlihatkan hal itu.

Suhu Air dalam Celcius
Oksigen dalam ppm
Nitrogen dalam ppm
23
8,6
14,1
24
8,4
13,9
25
8,2
13,6
26
8,1
13,4
27
7,9
13,2
28
7,8
13,0
29
7,7
12,8
30
7,5
12,6

Menurut Swingle dalam Boyd (1982) konsentrasi oksigen terlaurut yang dapat menunjang pertumbuhan dan peruses reproduksi yaitu lebih dari 5 ppm. Sedangkan menurut Wardoyo, kadar oksigen yang baik bagi kehidupan organisme perairan adalah antara 2-10 ppm. Sedangkan ikan lele termasuk jenis ikan yang mampu hidup di perairan yang kandungan oksigen terlarutnya sedikit karena ikan ini memiliki alat pernapasan tambahan yang memungkinkan untuk mengambil oksigen dari udara diluar air (Suyanto, 1995).

Untuk kebutuhan bakteri dalam proses nitrifikasi, ketersediaan oksigen tidak boleh kurang dari 2 mg/liter (Van Gorder dalam Timmons dan Lossordo, 1994). Menurut Muir (1982), jika kandungan oksigen tinggi maka kerja filter biologis dalam mengelimiri ammonia juga akan relative lebih efisien.

Sumber Oksigen terlarut bisa berasal dari difusi oksigen yang terdapat di atmosfer sekitar 35% dan aktivitas fotosintesis oleh tumbuhan air dan fitoplankton. Difusi oksigen ke air bisa terjadi secara langsung pada kondisi air diam (stagnant) atau terjadi karena agitasi atau pergolakan massa air akibat adanya gelombang atau ombak dan air terjun. Difusi oksigen dari atmosfer ke perairan pada hakekatnya berlangsung relative lambat meskipun terjadi pergolakan  massa air. Oleh karena itu sumber utama oksigen di perairan adalah fotosintesis.

Sumber bacaan:
- Rema Unisa,"Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias sp.) dalam Sistem Resirkulasi dengan Debit Air 33 LPM/M3", IPB, 2000.
- Fitriah, Husnul,”Pengaruh Penambahan Dosis Karbon Berbeda pada Media Pemeliharaan Terhadap Produksi Benih Lele Dumbo (Clarias sp.)
- Tim Agriminakultura,“Bisnis & Budidaya Lele Dumbo & Lokal”, Gramedia: 2008.
  • Kandungan Oksigen Terlarut (DO) yang Baik dalam Budidaya Lele
  • Winarno Anoraga
  • 30 Juni 2012
  • Tidak ada komentar:
 

0 comments:

Poskan Komentar