Nourishing People

Melalui Kampoeng BNI, KKP Genjot UMKM Perikanan

Sudah bukan rahasia lagi, meskipun 57 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional berasal dari UMKM, UMKM masih dihadapkan dengan keterbatasan akses kepada perbankan terkait permodalan, khususnya UMKM di bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI), mencatat bahwa sampai bulan Februari 2012, penyaluran kredit UMKM di sektor kelautan dan perikanan baru mencapai 2,6 triliun rupiah atau 0,7 persen dari total alokasi kredit bagi UMKM sebesar 471 triliun rupiah. Berdasarkan hal tersebut, melalui pendirian kampoeng BNI maka diharapkan kendala yang menyangkut UMKM dalam mengakses permodalan dapat diatasi dengan dukungan dari pihak perbankan.

Pendirian Kampoeng BNI di kawasan Muara Angke Jakarta Utara dan Kampoeng BNI Bandeng Karawang merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) di bidang percepatan penyaluran kredit investasi serta untuk memperkuat modal kerja bagi UMKM pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Keberadaan UMKM pengolahan dan pemasaran hasil perikanan perlu diberdayakan sehingga akan tumbuh dan berkembang menjadi pelaku usaha yang mandiri dan tangguh. Sementara itu, KKP terus berupaya dalam merumuskan berbagai program prioritas yang bersifat komprehensif dan sinergis seperti program Industrialisasi Perikanan, Pemberdayaan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) dan Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN) dalam melaksanakan pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. 

Menurut Syarif C. Sutardjo, Kampoeng BNI merupakan program untuk memberdayakan dan mengembangkan ekonomi masyarakat dalam suatu kluster, yang memiliki produk unggulan daerah setempat. Kampoeng BNI menerapkan model kemitraan terpadu, di kawasan dengan satu atau lebih usaha produktif yang melibatkan masyarakat di kawasan itu. Disamping itu, masyarakat akan mendapatkan dukungan berupa pembiayaan dan permodalan dari pihak BNI dan model yang diadopsi mengambil konsep one village one product, yakni komunitas perikanan terintegrasi dalam satu areal.

Kampoeng BNI yang telah berdiri di Muara Angke akan digarap untuk usaha perikanan, meliputi ikan asin, pindang, dan usaha skala ekspor. Selain mendapat pinjaman dengan syarat dan bunga lunak, masyarakat juga mendapat pelatihan, pendampingan, pemasaran serta bantuan infrastruktur yang dibutuhkan untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan, termasuk memberikan bantuan sarana dan prasarana usaha dan pengembangan lingkungan. Disamping itu, BNI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana usaha dan pengembangan lingkungan. “Sinergi antara korporasi dan pemerintah dapat mendorong percepatan peningkatan kualitas kehidupan nelayan,” kata Sharif.

KKP secara terus menerus berupaya mengembangkan sektor UMKM melalui berbagai kebijakan strategis dalam rangka pencapaian visi pemerintah yang sejalan dengan pelaksanaan triple track strategy yakni program pro-poor (pengentasan kemiskinan), pro-growth (pertumbuhan), pro-job (penyerapan tenaga kerja) dan pro-environtment (melestarikan lingkungan).

Sumber: 
Pusat Data Statistik dan Informasi
http://kkp.go.id/
 

0 comments:

Poskan Komentar