Nourishing People

Sarana Biosecurity dalam CPIB

Biosecurity adalah upaya pengamanan sistem budidaya dari kontaminasi organisme pathogen dari luar dan mencegah berkembangnya organisme pathogen ke lingkungan. Kelayakan sarana biosecurity merupakan keharusan dalam penerapan CPIB di unit pembenihan ikan, khususnya guna mendukung proses produksi benih bermutu di unit pembenihan tersebut. Sarana yang diperlukan untuk penerapan biosecurity tersebut antara lain :

  1. Pagar. Pagar pada unit pembenihan bertujuan untuk secara fisik membatasi keluar dan masuknya manusia, hewan dan kendaraan yang dapat membawa organisme pathogen ke dalam lingkungan unit pembenihan. Pagar dapat terbuat dari material seperti besi, tembok, bambu atau material lainnya yang kokoh dan rapat.
  2. Sekat antar unit produksi. Untuk menghindari kontaminasi maka antar unit produksi harus terpisah secara fisik, baik melalui penyekatan maupun ruangan/bangunan tersendiri. Sekat antar ruang dapat terbuat dari tembok, papan, triplek atau anyaman bambu yang dilapisi plastik.
  3. Sarana sterilisasi kendaraan di pintu masuk unit pembenihan. Pada pintu masuk utama unit pembenihan, harus disediakan sarana sterilisasi bagi roda kendaraan yang akan masuk ke dalam lingkungan unit pembenihan. Sarana celup roda umumnya terbuat dari semen/beton dengan ukuran luas dan kedalaman disesuaikan dengan lebarnya jalan serta kendaraan. Sarana celup dibuat di bagian dalam atau di belakang pagar pintu gerbang lingkungan unit pembenihan. Bahan sterilisasi yang aman digunakan antara lain adalah cairan Kalium Permanganat (KMnO4), Timsen® atau Khloramin T (Halamid)®.
  4. Sarana sterilisasi alas kaki (foot bath). Sarana sterilisasi alas kaki (foot bath) merupakan tempat untuk sterilisasi alas kaki personil yang akan masuk ke dalam ruang produksi. Sarana sterilisasi alas kaki dapat terbuat dari bak semen maupun bahan lain dengan ukuran sesuai ukuran pintu masuk. Sarana sterilisasi berada di depan pintu masuk ruang produksi. Bahan sterilisasi yang aman digunakan antara lain adalah cairan klorin, Kalium Permanganat (KMnO4), Timsen® atau Khloramin T (Halamid)®. Penggunaan bahan sterilisasi disesuaikan dengan spesifikasi bahan.
  5. Sarana sterilisasi tangan. Sarana sterilisasi tangan merupakan tempat untuk sterilisasi tangan personil yang akan masuk ruang produksi. Sarana sterilisasi tangan dapat berupa wastafel atau alat penyemprot yang ditempatkan di depan pintu masuk ruang produksi. Bahan sterilisasi yang umum dipakai adalah cairan alkohol 70 % atau sabun antiseptik.
  6. Pakaian dan perlengkapan kerja personil unit produksi. Pakaian dan perlengkapan kerja personil unit produksi merupakan pakaian dan perlengkapan yang khusus digunakan oleh personil di ruang produksi. Pakaian dan perlengkapan kerja ini harus tersedia dalam jumlah yang cukup sesuai jumlah personil. Pakaian dan perlengkapan kerja harus terbuat dari bahan yang tidak membahayakan pemakainya dan harus selalu bersih.

Sumber: Dirjen Perikanan Budidaya KKP, "Pedoman Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB)", Jakarta, 2008

 

0 comments:

Poskan Komentar