Nourishing People

Peranan Sistem Pemasaran Benih Ikan Lele

Sistem pemasaran benih ikan lele banyak melibatkan berbagai pihak, baik keterlibatan secara langsung maupun tidak langsung dengan operasi pemasaran, speerti: 1) penyedia jasa transportasi, 2) penyedia wadah pengemasan, 3) lembaga tata niaga, 4) tenaga kerja, 5) pemerintah, 6) pengelola tempat penjualan benih ikan, 7) penyedia dana. Dengan keterlibatan tersebut diharapkan dapat memainkan peranannya dalam upaya: 1) memaksimumkan tingkat konsumsi, 2) memaksimumkan kepuasan konsumen, 3) memaksimumkan pilihan, dan 4) memaksimumkan mutu hidup masyarakat:

  1. Memaksimumkan tingkat konsumsi, dapat mengakibatkan permintaan terhadap berbagai produk, termasuk berimplikasi terhadap permintaan produk yang kita hasilkan, pada gilirannya dapat merangsang peningkatan produksi. Dengan kata lain, dengan memaksimumkan pula tingkat produksi, kesempatan kerja, kesempatan berusaha, kesejahteraan masyarakat, dan mutu hidup masyarakat. Tingkat produksi yang tinggi dapat berpengaruh positif terhadap pertumbuhan dan perkembangan secara makro dan selanjutnya akan memperbaiki kualitas hidup masyarakat, meningkatkan daya beli potensial, dan merangsang investasi pada sektor-sektor produktif. Untuk memaksimumkan tingkat konsumsi bisa melalui promosi/iklan.
  2. Memaksimumkan kepuasan konsumen, merupakan sasaran dari semua kegiatan dalam sistem pemasaran suatu produk. Kepuasan tersebut bisa dilihat jika seorang konsumen tidak merasa kecewa dalam mengeluarkan biaya untuk mendapatkan barang yang dibelinya. Untuk memaksimumkan kepuasan konsumen bisa melalui kualitas produk yang ditawarkan dan atau pelayanan yang prima.
  3. Memaksimumkan pilihan, memerlukan alternatif pilihan dari porduk yang beraneka ragam. Alternatif pilihan yang memungkinkan untuk penawaran benih ikan lele bisa berupa berbagai jenis ikan lele yang ditawarkan, misalnya: jenis lele sangkuriang, jenis lele dumbo, jenis phyton dll. Atau berbagai ukuran benih ikan lele yang ditawarkan, seperti: ukuran benih 2 inchi, 3 inchi, dll.
  4. Memaksimumkan mutu hidup masyarakat, tidak hanya ditentukan oleh mutu, kuantitas, dan tingkat ketersediaan produk, serta jumlah biaya yang dikeluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk tersebut,  tetapi juga oleh mutu lingkungan fisik dan kebiasaan atau kebudayaan setempat. Dari penjelasan tersebut diatas tidak akan sulit bagi pemasaran benih ikan lele, karena ikan lele termasuk komoditas perikanan yang cukup tolera terhadap lingkungan fisik, tidak ada kebudayaan di tempat manapun yang menolak keberadaan komoditas ikan lele. 
Sumber: Dardiani, Intan Rahma Sary,"Manajemen Pemasaran", Depdiknas, 2010



 

0 comments:

Poskan Komentar