Nourishing People

BRI Siap Kucurkan Kredit ke Nelayan

Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tetap komitmen untuk mendukung upaya pemerintah memajukan produksi dan produktivitas nelayan kecil dan masyarakat pesisir serta pengusaha perikanan. Salah satunya dengan memberikan kemudahan dalam pengucuran kredit. “Segmentasi BRI memang masyarakat pedesaan, termasuk para nelayan dan pembudidaya ikan. Jadi, kami sangat respek dan siap membantu memfasilitasi kredit bagi para nelayan. Diantaranya, BRI secara penuh akan mendukung dengan skema pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada nelayan dan masyarakat pesisir," tegas Direktur Utama BRI Sofyan Basyir, saat diskusi pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta (21/02).

BRI, tegas Sofyan akan menargetkan semaksimal mungkin penyaluran kredit bagi nelayan. Pihaknya mencatat, realisasi KUR tahun 2012 mencapai 131% dari total porsi KUR yang dikucurkan BRI tahun 2012 sebesar Rp 15 triliun. Namun secara nasional, penyaluran KUR di sektor perikanan memang masih sangat rendah. Sejak digulirkan hingga tahun 2012, penyerapan KUR baru mencapai Rp 708,2 miliar atau hanya 0,73 persen dari target nasional Rp 30 triliun. KUR sendiri memiliki 3 skema pembiayaan yang bisa dimanfaatkan nelayan. Pertama, Kredit Ketahanan Pangan (KKPE), kedua skim kredit komersial dan ketiga yang bersumber dari Lembaga Keuangan Mikro (LKM). “Sebenarnya pengajuan KUR tidak sesulit seperti yang diperkirakan nelayan. Menurut hemat kami, kendala utama semua itu memang kurangnya sosialisasi. Sehingga nelayan banyak yang tidak mengerti adanya kemudahan yang diberikan pemerintah,” katanya.

Menurut Sofyan, kendala selama ini bisa diatasi dengan mengefektifkan hubungan BRI khususnya kantor cabang di daerah dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (KP) di daerah. Kerjasama ini diharapkan mampu menjembatani kepentingan nelayan dalam mendapatkan informasi KUR lebih lengkap. Dinas KP bisa memberikan informasi atau rekomendasi kepada BRI tentang usaha nelayan atau kelompok yang layak mengajukan kredit. Apalagi saat ini terdapat 9 ribu kantor cabang BRI yang tersebar diseluruh Indonesia, yang siap melayani masyarakat. “Prinsipnya BRI siap membantu nelayan. Bahkan untuk angsuran pinjaman akan disesuaikan dengan pola kerja nelayan, baik besaran maupun jangka waktu angsuran. Sehingga faktor ketidakmampuan nelayan dalam membayar standar angsuran yang telah ditetapkan bank, bukan menjadi hambatan,” tegasnya.

Sofyan menambahkan, komitmen BRI untuk menggulirkan kredit ke nelayan akan terus ditingkatkan. BRI dalam memberikan bantuan kredit untuk nelayan bersifat fleksibel supaya tidak menghambat produktivitas nelayan. Fleksibelitas itu berlaku juga untuk persoalan administrasi persyaratan. Seperti untuk KUR, agunan tidak harus berupa sertifikat. Alat produksi seperti perahu, motor tempel, mesin cold storage atau usahanya itu sendiri bisa menjadi agunan. Untuk skim kredit KUR tidak perlu bankable yang penting usahanya feasible atau layak untuk diusahakan, jadi tidak perlu jaminan collateral dari pemerintah.”Fasilitas kredit untuk nelayan merupakan program BRI. Jadi kami berterima kasih jika KKP bisa memberikan informasi baik potensi dan peluang usaha perikanan yang layak mengajukan kredit,” ujarnya

Sumber: www.kkp.go.id
 

0 comments:

Poskan Komentar