Nourishing People

Budidaya Jaring Sekat, Andalan Perikanan Budidaya Malang

Malang memang tidak begitu dikenal di kancah perikanan budidaya provinsi Jawa Timur. Jika menyebut Malang maka sebagian besar orang akan teringat dengan apel karena memang Malang dikenal sebagai sentranya penghasil apel. Namun perikanan budidaya di kabupaten Malang cukup berkembang. Setidaknya ada metode budidaya baru dari Kabupaten ini yang bisa diadopsi oleh daerah lain. Metode budidaya seperti apakah itu?

Jaring sekat. Ya, metode ini dikembangkan oleh para pembudidaya ikan di Kabupaten Malang. Teknologi budidaya jaring sekat ini telah lama berkembang. Sekitar tahun 2000-an metode budidaya yang terbilang berbeda dengan metode budidaya yang lain.

Lokasi budidaya jaring sekat ini tentu saja berada di perairan umum. Terutama di waduk atau danau yang arusnya relative lebih tenang dibandingkan dengan arus sungai. Sentra budidaya ikan dengan metode jaring sekat ini tersebar di waduk Selorejo kecamatan Ngantang, waduk Lahor yang terletak di kecamatan Sumber Pucung dan kecamatan Kalipare, waduk Sengguruh kecamatan Kepanjen dan waduk Karang Kates di Kecamatan Sumber Pucung, kecamatan Kalipare dan kecamatan Pagak. Waduk Karang kates adalah lokasi terbesar tempat budidaya jarring sekat ini.

Budidaya air tawar dengan metode jaring sekat ini merupakan andalan perikanan budidaya kabupaten Malang. Hal ini tergambar dari hasil produksi dari metode ini yang sangat besar. Produksi terbesar budidaya air tawar paling banyak berasal dari budidaya jaring sekat. Pada tahun 2012, produksi ikan air tawar dari budidaya ini sebanyak 9.407 ton dengan nilai sebesar Rp. 242.846.000.000.

Ikan yang dibudidayakan para pembudidaya sebagian besar adalah ikan nila dengan produksinya sebesar 8.808 ton. Selain nila, juga ada yang memelihara ikan mas dan ikan patin. Total luas lahan yang diusahakan untuk ketiga jenis ikan tersebut mencapai 241 ha.

Minat para pembudidaya air tawar sangat besar. Hal ini tergambar dari banyaknya pembudidaya yang melakukan kegiatan usaha perikanan budidaya air tawar dengan metode ini. Setidaknya sebanyak 3.240 pembudidaya melakukan usaha budidaya jaring sekat dengan luas lahan yang diusahakan antara 500 – 5000 m2.

Teknik budidaya ikan jaring sekat cukup sederhana,yaitu dengan cara menyekat teluk atau cerukan yang ada dipinggiran waduk atau danau. Jaring-jaring yang menjadi sekat tersebut ditancapkan ke dasar perairan dengan menggunakan kayu ataupun bambu, metodenya hampir mirip dengan metode budidaya jaring tancap hanya saja bentuknya tidak selalu persegi tetapi mengikuti bentuk teluk atau cerukan yang ada dan tidak semua tepiannya dibatasi dengan jaring, Penebaran benih seperti halnya penebaran benih di metode jaring apung atau karamba. Sebagian besar pembudidaya tidak banyak menggunakan pakan buatan dalam proses budidaya jaring sekat ini. Pakan lebih banyak mengandalkan pakan alami namun tetap ada pakan buatan (pelet) yang diberikan.

Sumber: www.djpb.kkp.go.id
  • Budidaya Jaring Sekat, Andalan Perikanan Budidaya Malang
  • Winarno Anoraga
  • 27 Februari 2013
  • Tidak ada komentar:
 

0 comments:

Poskan Komentar