Nourishing People

Sertifikasi Budidaya Ikan, Menjamin Keamanan Pangan dan Peningkatan Produksi

Sertifikasi CBIB adalah salah satu upaya untuk mendukung pengendalian sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan budidaya dan sekaligus memberikan nilai tambah pada produk perikanan budidaya, yang selaras dengan konsep industrialisasi perikanan budidaya. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, pada saat membuka Forum Koordinasi Auditor Sertifikasi CBIB Tahun 2013, di Hotel Park – Bandung, Jawa Barat, Senin (29/4).

Slamet mengatakan bahwa mulai tahun ini kinerja Sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) menjadi salah satu indikator kinerja yang dipantau dan dievaluasi oleh UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pemantauan dan Pengawasan Pembangunan) secara periodik. “Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hasil perikanan budidaya sehingga mampu memiliki daya saing tinggi di pasar global dan meningkat serapannya di pasar lokal”, tambah Slamet.

Pada tahun 2013, arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya dilaksanakan dengan strategi pengembangan kawasan minapolitan perikanan budidaya melalui industrialisasi berbasis blue economy, melalui slogan BISA BERSEMI (Bisnis aquaculture berbasis blue economy). Oleh karena itu, kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur, pengembangan investasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sumberdaya manusia yang diselenggarakan secara terintegrasi berbasis industri. “Untuk dapat memproduksi pangan khususnya produk perikanan budidaya yang memenuhi persyaratan mutu tidak cukup hanya mengandalkan pengujian akhir di laboratorium saja, tetapi juga diperlukan adanya Sistem Jaminan Mutu melalui penerapan CBIB sejak pra produksi sampai dengan pasca produksi” ungkap Slamet.

Lebih lanjut, Slamet menambahkan bahwa melalui berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah, Komisi Eropa telah mencabut CD 220/2010 tentang wajib uji residu antibiotika produk budidaya Indonesia yang masuk ke Uni Eropa (UE) pada November 2012. Dengan dicabutnya aturan ini produk budidaya Indonesia akan lebih mudah masuk ke pasar UE yang selanjutnya menambah devisa negara. Selanjutnya, pada tanggal 25 Februari - 7 Maret 2013, Tim Inspeksi UE berkunjung ke Indonesia untuk melakukan Audit Penerapan Sistem Mutu dan memverifikasi hasil tindakan perbaikan inspeksi tahun 2012. Dari Hasil Inspeksi tersebut Indonesia mendapat apresiasi yang positif karena telah banyak upaya dan tindakan perbaikan atas temuan hasil inspeksi yang dilakukan Tim Inspeksi UE.

Sumber:
  • Sertifikasi Budidaya Ikan, Menjamin Keamanan Pangan dan Peningkatan Produksi
  • Winarno Anoraga
  • 2 Mei 2013
  • 1 komentar:
 

1 comments: