Nourishing People

Prospek Mariculture Sangat Besar

Budidaya laut atau mariculture saat ini menjadi usaha yang mempunyai prospek cerah. Apalagi, pengembangan budidaya laut dinilai masih mempunyai peluang yang sangat besar. Dengan luas indikatif potensi lahan pengembangan budidaya laut nasional luas 4,58 juta ha sampai dengan tahun 2011 baru dimanfaatkan untuk usaha budidaya sekitar 169.292 ha atau 3,69%. Padahal banyak jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai jual tinggi. Diantaranya, ikan Kerapu, Bawal bintang dan Kakap putih merupakan komoditi ekspor yang banyak diminati pasar luar negeri.

Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menggenjot produksi perikanan budidaya melalui optimalisasi pemanfaatan potensi budidaya, salah satunya adalah dengan mendorong percepatan pengembangan kawasan budidaya laut (mariculture). Prospek pengembangan budidaya laut khususnya pada area off shore mempunyai peluang besar sebagai alternative usaha yang prospektif bagi masyarakat pesisir. “Diantaranya, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah melakukan upaya strategis dalam mempercepat pengembangan kawasan budidaya ikan kerapu, yaitu melalui pengembangan model percontohan atau demfarm budidaya ikan kerapu di 10 Kabupaten,” kata Sharif, seusai melakukan penebaran 30 ribu ekor benih Kerapu bebek, kerapu macan dan kerapu hybrid di lahan budidaya PT. Bofa Marine Lombok Tengah. Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sharif mengatakan, usaha budidaya ikan kerapu menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Terlihat pada sentra-sentra produksi benih kerapu yang secara rutin mendapatkan order dengan jumlah yang cukup besar. Disamping itu munculnya beberapa perusahaan yang bergerak dalam budidaya ikan kerapu di beberapa daerah menjadi bukti bahwa peluang bisnis kerapu masih sangat prospektif ke depan. Sebagai gambaran tahun 2012 capaian angka produksi sementara untuk ikan kerapu sebesar 10.200 ton, sedangkan capaian produksi ikan kakap sebesar 6.100 ton. Sedangkan sentra produksi kerapu masih didominasi oleh 10 Provinsi penghasil utama, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Aceh, Provinsi Lampung, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Papua Barat, Provinsi NTB, Provinsi Maluku Utara dan Provinsi Maluku. “Hal ini sejalan dengan kebijakan KKP dalam mewujudkan capaian industrialisasi perikanan budidaya,” tegasnya.

Sumber: www.kkp.go.id
 

0 comments:

Poskan Komentar